Kongres Sampah II berlangsung pada 25 sampai 26 Juni 2022 di kawasan Paseban Candi Kembar, Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kongres ini menjadi kelanjutan dari forum pertama yang digelar pada 2019.
Kongres kedua berfokus pada evaluasi perjalanan pengelolaan sampah setelah Kongres Sampah I sekaligus mempertemukan berbagai praktik, pengalaman, teknologi, dan gagasan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sekitar 1.500 peserta. Sekitar 500 orang hadir secara langsung, sementara sekitar 1.000 peserta mengikuti kegiatan secara daring.
Kapan dan Di Mana Kongres Sampah II Digelar?
Kongres Sampah II digelar selama dua hari pada 25 dan 26 Juni 2022. Lokasinya berada di kawasan Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
- Tanggal: 25–26 Juni 2022
- Lokasi: Paseban Candi Kembar, kawasan Candi Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten
- Peserta: sekitar 1.500 orang
- Peserta langsung: sekitar 500 orang
- Peserta daring: sekitar 1.000 orang
- Format: hybrid
Tema dan Arah Pembahasan Kongres Sampah II
Publikasi Kongres Sampah II menempatkan forum ini sebagai kelanjutan dari Kongres Sampah I dengan penekanan pada perubahan perilaku, penguatan sistem pengelolaan, desa mandiri sampah, dan penyebaran praktik baik.
Lima tema besar muncul dari rangkaian pembahasan dan rumusan akhir Kongres Sampah II.
- Perubahan citra sampah.
- Perubahan perilaku terhadap sampah.
- Penguatan sistem pengelolaan sampah.
- Pengembangan desa mandiri sampah.
- Replikasi praktik baik pengelolaan sampah.
Dari Perubahan Perilaku ke Desa Mandiri Sampah
Kongres Sampah II memperluas pembahasan dari persoalan teknis menjadi sistem yang lebih lengkap. Pengelolaan sampah perlu dimulai dari masyarakat, didukung kelembagaan, terhubung dengan pelaku pengolahan, dan dilengkapi dengan edukasi yang berjalan terus-menerus.
- Mendorong gotong royong menuju desa mandiri sampah.
- Memperkuat pendidikan dan perubahan perilaku.
- Meningkatkan konektivitas antar pelaku pengelolaan sampah.
- Mendorong penguatan kelembagaan dan kebijakan.
- Mengembangkan dan memperluas praktik baik yang sudah berjalan.
Pengelolaan sampah perlu dibangun sebagai sebuah sistem, bukan hanya kegiatan pengangkutan dan pembuangan.
Kongres Sampah II memperkuat arah perjalanan Kongres Sampah Indonesia. Dari pembahasan perubahan perilaku hingga desa mandiri sampah, forum ini menunjukkan bahwa solusi perlu tumbuh dari banyak pihak dan dapat direplikasi sesuai kebutuhan setiap daerah.