Kongres Sampah I berlangsung pada 12 sampai 13 Oktober 2019 di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Forum ini mempertemukan masyarakat, komunitas, pengelola sampah, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pelaku lingkungan untuk membahas persoalan sampah serta praktik pengelolaannya.
Kongres pertama ini lahir dari kebutuhan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir. Isu yang dibahas tidak hanya soal pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga perubahan perilaku, pemilahan dari rumah, inovasi, kelembagaan, dan nilai ekonomi sampah.

Desa Kesongo dipilih karena memiliki praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satunya adalah pemilahan sampah rumah tangga menggunakan konsep sederhana Iso Bosok dan Ora Iso Bosok.
Kapan dan Di Mana Kongres Sampah I Digelar?
Kongres Sampah I berlangsung selama dua hari, 12 dan 13 Oktober 2019, di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai latar belakang.
- Tanggal: 12–13 Oktober 2019
- Lokasi: Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
- Peserta: lebih dari 1.000 orang
- Format: diskusi, sidang komisi, pameran, dan berbagi praktik pengelolaan sampah
- Fokus: pengurangan, pemilahan, pengolahan, inovasi, dan kelembagaan pengelolaan sampah
Tema Besar dan Pembahasan Kongres Sampah I
Publikasi resmi pada 2019 lebih banyak menggambarkan Kongres Sampah I sebagai forum untuk menjawab kondisi darurat sampah dan membangun pengelolaan dari tingkat masyarakat. Tidak ditemukan satu slogan tema resmi yang konsisten digunakan di seluruh publikasi.
Secara substansi, pembahasannya mencakup perubahan perilaku masyarakat, pengurangan sampah, pemilahan dari sumber, pengembangan bank sampah, inovasi pengolahan, hingga penguatan sistem pengelolaan di tingkat desa.
- Pengurangan sampah dari sumber.
- Pemilahan sampah sejak dari rumah.
- Pemanfaatan kembali dan daur ulang.
- Pengembangan inovasi pengolahan sampah.
- Penguatan kelembagaan pengelolaan sampah.
- Peningkatan peran masyarakat dan desa.
Empat Rekomendasi Utama
Rangkaian diskusi Kongres Sampah I menghasilkan sejumlah rekomendasi yang kemudian menjadi bagian dari tindak lanjut pengelolaan sampah di Jawa Tengah.
- Pembentukan Satgas Sampah di desa-desa.
- Penerapan gerakan Telung Ng: Ngelongi, Nganggo, dan Ngolah.
- Dukungan terhadap inovasi dan teknologi pengolahan sampah.
- Pembentukan Dewan Konsorsium Sampah Jawa Tengah.
Kongres Sampah I menjadi titik penting dalam perjalanan Kongres Sampah Indonesia karena memperlihatkan bahwa persoalan sampah perlu dibahas bersama, mulai dari kebiasaan rumah tangga sampai sistem pengelolaan di tingkat daerah.